Beranda Teknologi Hosting Terbaik Indonesia dan Perbandingan Harga Semua Paketnya

Hosting Terbaik Indonesia dan Perbandingan Harga Semua Paketnya

16
0
Hosting Terbaik Indonesia dan Perbandingan Harga Semua Paketnya

Hosting terbaik Indonesia di bawah ini dipilih berdasarkan pengalaman pribadi, review dari para pengguna lain, maupun hasil pencarian di google. Juga, tidak ada link afiliasi atau kerja sama komisi dengan mereka. Dengan begitu, saya tidak punya kepentingan untuk mengunggulkan atau menjatuhkan salah satu web hosting provider di bawah ini.

Semua web server ini menggunakan data center yang berlokasi di Indonesia. Saya tidak memasukkan penyedia jasa web hosting Indonesia namun servernya ternyata berlokasi di Singapura atau bahkan lebih jauh.

wdt_ID Penyedia Paket Harga CPU RAM SSD Add-on Domain Garansi
CPU RAM

Kriteria Hosting Terbaik Indonesia

1. Harga Murah

Saya menganggap harga masih menjadi pertimbangan utama dalam memilih web hosting terbaik. Mungkin kebanyakan pengguna web hosting di Indonesia juga demikian.

Kecuali untuk website yang berhubungan dengan data yang harus ditampilkan secara real-time. Juga situs toko online dengan ribuan transaksi per hari.

Maka uptime menjadi critical point. Besar kemungkinan saya akan lebih memilih penyedia hosting luar negeri dengan lokasi server di Singapura.

Harga yang ditampilkan di atas adalah harga yang sebenarnya. Harga akhir yang dibayarkan. Bukan harga bayangan.

Bila Anda kunjungi situs web penyedia hosting di atas, harga yang tertera sangat mungkin berbeda.

Mereka menampilkan harga yang masih mentah. Mungkin demi kepentingan pemasaran.

Beberapa cara yang digunakan penyedia jasa web hosting agar harganya terlihat murah diantaranya:

Harga berlaku hanya pada periode langganan pertama
Misalnya hanya 1 bulan pertama, 6 bulan pertama, atau 1 tahun pertama. Ketika melakukan perpanjangan layanan maka harga akan kembali mahal.

Harga kembali mahal saat bulan berikutnya (hostinger.co.id).

Hanya berlaku saat ada promo
Mereka mengadakan promo pada waktu yang acak. Calon konsumen harus menggunakan kode kupon tertentu. Bila tidak, harga juga tetap mahal.

Harga murah tapi harus kontrak lama
Minimum kontrak biasanya 1 tahun. Bisa sampai 3 tahun. Semakin lama kita kontrak harga yang didapat pun makin murah. Sialnya, bila misalnya dalam bulan ke-3 layanan ternyata banyak kendala, kita terikat dalam kontrak. Mau pindah hosting tapi biaya yang dikeluarkan sudah terlanjur besar.

Belum memasukkan PPN sebesar 10% dari harga pembelian
Hampir semua web hosting menyembunyikan biaya ini. Hanya muncul di halaman checkout atau kiriman tagihan.

Terdapat biaya tersembunyi lainnya
Meskipun tidak banyak, masih ada penyedia web hosting yang membebankan biaya setup untuk pelanggan baru. Selain itu ada juga biaya ‘kode unik’. Katanya untuk lebih mudah mengenali pembayaran dari kita dan mempercepat prosesnya. Memangnya ada berapa kemungkinan orang dalam satu hari membeli hosting untuk domain yang sama? Dan bukankah mempercepat proses itu tanggung jawab penyedia jasa, bukan konsumen?

Perhatikan contoh beda harga di web dengan harga sebenarnya pada gambar di bawah ini. Selisihnya hampir mencapai 2 kali lipat 🙂

Jadi periksa ulang halaman pembayaran Anda. Pastikan tidak ada biaya aneh-aneh yang dimasukkan saat ‘menit akhir’ sebelum Anda mentransfer uang.

Saya menganggap trik-trik harga di atas sebagai sebuah misleading. Mengapa mereka tidak tampilkan saja harga atau biaya total yang harus dibayarkan konsumen?

Padahal penyedia jasa sejenis di luar negeri sudah berlomba-lomba menyatakan ‘no hidden cost’ untuk menarik pelanggan. Mereka sangat menghargai keterusterangan di awal meski itu berarti menampilkan harga yang terlihat lebih mahal.

2. Garansi Uptime

Uptime adalah waktu-jaga sebuah website. Uptime 100% berarti website tersebut bisa diakses kapanpun.

Uptime sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan kepercayaan pengunjung. Semakin ramai pengunjung suatu website maka makin besar kemungkinan terjadi downtime atau tidak dapat diakses.

Bila saja ada web hosting lokal yang mampu memberikan uptime 100% selama 3 bulan berturut-turut, maka mereka akan mudah menjadi web hosting terbaik Indonesia. Ini menurut pengalaman saya setelah mencoba beberapa web hosting lokal.

Reputasi sebuah web hosting sangat ditentukan oleh uptime ini. Karenanya banyak penyedia jasa web hosting luar – juga beberapa lokal – menampilkan SLA (service level agreement) sebagai standar minimum uptime mereka.

Apa itu SLA

SLA atau perjanjian tingkat pelayanan adalah jaminan persentase durasi menit uptime dalam 1 bulan atau 43200 menit. SLA ini menggambarkan kepercayaan diri penyedia web hosting bahwa mereka mampu memberikan hosting yang bisa diandalkan.

Beberapa standar SLA yang biasanya dipakai web hosting yaitu:

99% = 42768 menit.
99,9% = 43156.8 menit.
99,99% = 43195.68 menit.

Dengan kata lain, SLA di atas menjamin bahwa dalam 1 bulan website kita tidak dapat diakses paling lama:

1% = 432 menit atau 7,2 jam.
0,1% = 43,2 menit.
0,01% = 4,32 menit.

Apabila uptime website kita kurang dari SLA yang mereka cantumkan, kita bisa mengajukan klaim ganti rugi atas durasi downtime yang kita alami.

Keunggulan dan Kekurangan

Ardetamedia

(+) Dedicated IP gratis untuk paket enterprise ke atas.

Web hosting lain umumnya mengenakan biaya tambahan untuk mendapatkan dedicated IP. Besarnya kurang lebih Rp50.000 per bulan.

(-) Beberapa pelanggan mengeluhkan uptime yang buruk.

Ardhosting

(+) Spesifikasi tinggi.

Untuk harga yang kurang lebih sama, Ardhosting menawarkan spesifikasi — terutama CPU dan RAM — yang lebih tinggi dibanding kompetitor.

(-) Tidak ada layanan Live Chat support.
(-) Dokumentasi knowledgebase tidak dapat diakses.

Ardhosting hanya menyediakan support melalui telepon dan email. Bisa jadi, itu adalah cara mereka untuk menyeleksi pelanggan yang benar-benar serius. Bukan yang hanya CLBK – Chat Lama Beli Kagak. Bisa jadi.

Namun itu juga bisa menjadi sebuah draw back dibanding para kompetitor. Lainnya dengan bangga memampang ‘Ninja Level Support’. Artinya, tim support mereka akan membalas pesan paling lama dalam sekian menit.

Halaman knowledgebase sangat penting untuk calon konsumen. Terutama untuk mempelajari sistem yang ada di web hosting tersebut. Agar proses adaptasi dari web hosting yang lama bisa lebih cepat.

Selain itu agar bila terjadi kendala konsumen tidak harus selalu menghubungi tim support.

Tim support seringkali lama merespon keluhan konsumen. Terkesan malas-malasan. Padahal konsumen pun — paling tidak saya — sesungguhnya malas menghubungi support. Saya ingin langsung mengatasi kendala yang terjadi agar downtime bisa cepat teratasi.

Knowledgebase inilah yang bisa menjembatani dua pihak yang sama-sama malas ini 🙂

Setelah mencari cukup lama, akhirnya saya temukan halaman knowledgebase ternyata ada di sini.

Dewaweb

(+) Tersedia MultiPHP Manager dalam cPanel.

MultiPHP Manager membuat kita bisa memilih versi PHP untuk tiap website. Kebanyakan web hosting hanya menyediakan PHP Selector, memilih versi PHP dan berlaku untuk keseluruhan website.

(-) Belum mendukung PHP 7.3.

Jagoan Hosting

(+) Spesifikasi tinggi.

(-) Uptime buruk.

Website sering tiba-tiba down meski pengunjung tidak banyak. Durasinya memang hanya hitungan menit (1 sampai 7 menit) namun terjadi berkali-kali. Ini tentunya menimbulkan kesan tidak baik pada pengunjung terutama yang sudah loyal.

Rumahweb

(+) Menyediakan trial 1 bulan untuk WordPress hosting.

(-) Support mengenaskan. Ramah tapi lambat dan kurang membantu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here